30 April 2024

Bridgestone Indonesia Rekomendasi Pengguna Mobil untuk Rechecking Kondisi Ban Pasca-mudik

• Setelah perjalanan jauh, penting untuk mengecek kondisi kendaraan sebelum kembali digunakan untuk aktivitas sehari-hari

•  Untuk memastikan ban dalam kondisi prima setelah perjalanan jauh, penting untuk melakukan Spooring dan Rotasi

Jakarta (30 April 2024) — Mudik atau pulang kampung di saat Lebaran, seperti sudah menjadi tradisi wajib bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Tahun ini PT Jasa Marga (Persero) mencatat, untuk pengguna kendaraan pribadi jumlah kendaraan yang keluar Jabodetabek pada periode arus mudik hingga H-2 Lebaran sebanyak 1.136.051 kendaraan. Jawa Tengah dan Jawa Timur menjadi daerah yang paling banyak didatangi pemudik. Menempuh perjalanan jauh, memastikan kendaraan tetap dalam kondisi prima untuk aktivitas sehari-hari pasca-mudik, tentu sangat penting dilakukan.

Ban mobil menjadi salah satu faktor penentu keselamatan pengendara bersama penumpang

Setelah perjalanan jauh, selain perlu mengecek dan mungkin merekondisikan kendaraan Anda, juga tidak kalah penting untuk mengecek kondisi kaki kaki, termasuk kondisi ban mobil. “Ban mobil menjadi salah satu faktor penentu keselamatan pengendara bersama penumpang. Setelah perjalanan panjang kembali dari kampung halaman, ban perlu dicek untuk tetap menjaga keselamatan pengendara dan penumpang agar tetap nyaman dikendarai pasca-liburan,” ujar Fisa Rizqiano, Deputy Head of Original Equipment (OE) Bridgestone Indonesia.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan pengecekan ban:

Tekanan angin

Meskipun ban tidak mengalami kejadian yang bisa menurunkan tekanan angin (seperti bocor kena tusukan, bocor di pentil), pada kondisi normal ban angin dapat berkurang secara perlahan melalui pori pori ban yang biasa disebut dengan proses ‘osmosis’. Selain itu tekanan ban berkurang setelah berkendara karena panas gesekan jalan menghangatkan udara di dalam ban. Peningkatan suhu ini menyebabkan udara mengembang sehingga mengurangi tekanan ban. Untuk itu, periksa tekanan angin dan disesuaikan dengan standar. Waktu terbaik untuk memeriksa tekanan ban adalah ketika ban dalam keadaan dingin, idealnya tercapai saat kendaraan berada dalam kondisi berhenti selama kurang lebih tiga jam. Perlu dicatat bahwa tekanan yang berada pada sumbu yang sejajar harus sama, sementara tekanan pada ban depan dan belakang dapat saja berbeda. Informasi tekanan ban ideal dapat Anda lihat pada lis pintu sopir bagian atau pada buku owner’s manual kendaraan Anda. Jangan lupa untuk mengecek tekanan angin ban serep.

Cek fisik ban termasuk keausan telapak

Lakukan pengecekan fisik ban, mulai dari dinding ban (sidewall). Jika tapak ban sudah aus, kendaraan bisa saja tetap tergelincir meski roda sudah terkunci dalam kondisi pengereman hard braking. Untuk mudahnya, tingkat keausan ban dapat diketahui dengan melihat Tire Wear Indicator (TWI) yang berada pada dinding samping (sidewall) ban. Jika tapak ban sudah sejajar dengan garis-garis TWI, artinya kedalaman tapak yang tersisa sudah kurang dari batas aman, yakni 1.6mm, dan sudah memerlukan penggantian ban. Selain kedalaman tapak, kondisi fisik lain yang perlu diperhatikan adalah adanya kerusakan ban, seperti retak, benjol, memar maupun adanya paku atau benda asing lain yang menempel pada ban. Jangan sepelekan tanda-tanda kerusakan tersebut, karena dapat mengakibatkan integritas struktural ban melemah, sehingga lebih mudah pecah atau sobek jika terkena benturan.

 

Spooring

Kondisi jalan yang kurang bagus selama mudik (misalnya sering masuk lubang atau membentur sesuatu), terlebih dengan beban maksimum, dapat merubah geometri roda (wheel alignment). Sebaiknya dilakukan pengecekan roda (spooring) dan disetel ulang ke standad. Setelan roda yang berubah dapat menyebabkan keausan cepat dan tidak teratur. Hal ini juga dapat mempengaruhi pengendalian dan pengereman mobil Anda di jalan.

Rotasi

Jika Anda melakukan perjalanan cukup jauh selama mudik, sebaiknya rotasi ban Anda. Dengan menukar roda dari poros berpenggerak ke poros non-penggerak secara teratur, pengemudi akan mendapatkan pola keausan yang seragam pada semua ban. Kondisi ini akan membantu menjaga traksi dan pengendalian tetap konsisten pada keempat ban. Selain akan meningkatkan kinerja di tikungan dan pengereman serta menjaga kendaraan Anda lebih aman untuk dikendarai secara keseluruhan.

Untuk pengecekan ban secara menyeluruh, Anda bisa juga mengunjungi Tomonet.co.id untuk mencari TOMO terdekat. TOMO didukung staf dan mekanik profesional yang terlatih dan disertifikasi oleh Bridgestone Indonesia Education Center (BINEC), yang akan siap untuk menjawab dan menjelaskan seluruh informasi terkait ban yang dibutuhkan pelanggan.

***

 

Profil Pabrik Bridgestone Tire Indonesia

Pabrik Bekasi :
Berdiri                : 1974
Ukuran               : 197,882 M2
Manager pabrik   : Mr Kouichi Ikeshima
Alamat               : Jl Raya Bekasi Km.27, Kel. Harapan Jaya – Pondok Ungu, Bekasi
Fasilitas              : Pabrik, Kantin, Pusat Olahraga, Koperasi, Gudang Ban, WWTP (Water Wast Treatment Process), WTP (Water Treatment Process)

Pabrik Karawang :
Berdiri              : 1999
Ukuran             : 326,000 M2
Manager pabrik : Mr Rachmat Susetyo
Alamat             : Jl Surya Utama Kav 8-13, Kawasan Industri Suryacipta,Karawang
Fasilitas            : Pabrik, Kantin, Pusat Olahraga, Koperasi, Gudang Ban, WWTP (Water Waste Treatment Process), WTP (Water Treatment Process), Lapangan Uji dan Pusat Pendidikan.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:

PT Bridgestone Tire Indonesia
Corporate Communications Department

P : +62 267 863 7921 – 863 7922
F : +62 267 863 7923 – 863 7924